BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Dewasa ini, banyak sekali organisasi-organisasi
yang berdiri disekitar kita. Banyak sekali remaja-remaja yang bergabung dalam
organisasi tersebut. Dan kembali pada hakikatnya didirikan organisasi, untuk
menampung aspirasi anggota yang disalurkan dalam bentuk kegiatan. Namun,
sekarang ini banyak anggota ketika rapat banyak anggota yang diam daripada menyumbangkan
aspirasi. Semua pihak berharap agar kita mempunyai inisiatif, tapi ini tidak
berarti kita boleh menafsirkan bahwa kita bebas berinisiatif. Banyak inisiatif
bagus yang tidak mendapatkan respon positif. Walaupun begitu, meningkatkan
inisiatif dapat memperluas pandangan wawasan diri dan orang lain.
Rasa
untuk meninggkatkan inisiatif pada diri sangatlah kurang.Itu tercermin dari
sifat anak muda sekarang yang lebih memilih menjadi pasif dalam pemecahan
masalah. Maka dari itu, dengan kami membuat makalah ini, kami berharap menjadi
bagian ilmu untuk mengetahui tentang meningkatkan inisiatif bagi mahasiswa dan
masyarakat luas.
B. Tujuan
1. Memenuhi
tugas dari dosen Pengembangan Kepribadian tentang “Peningkatan inisiatif”
2. Mengetahui
arti inisiatif
3. Mengetahui
manfaat-manfaat dan hambatan-hambatan dalam peningkatan inisiatif
4. Mengetahui
upaya dan strategi dalam mengatasi hambatan-hambat
BAB II
KAJIAN TEORI
A. Pengertian
Berinisiatif berasal dari kata inisiatif, menurut
kamus inisiatif berarti usaha sendiri, langkah awal, ide baru. Berinisiatif
berarti mengembangkan dan memberdayakan sector kreatifitas daya pikir manusia,
untuk merencanakan idea tau buah pikiran menjadi konsep yang baru yang pada
gilirannya diharapkan dapat berdaya guna dan bermanfaat.
Manusia yang berinisiatif adalah manusia yang tanggap terhadap segala perkembangan yakni manusia yang pandai membaca, menghimpun dan meneliti (iqra), manusia yang inisiatif juga dapat memanfaatkan setiap peluang di setiap pergantian waktu, dan menjadikannya sebagai kreasi yang berarti. Keistimewaan dari inisiatif ini sendiri yaitu mampu mencermagti kreasi Tuhan, selanjutnya menjadikan bahan renungan atau kreatifitas berpikir dalam semua waktu dan tempat, kemudian membuat kreasi baru (karya baru) atau berinisiatif memproduksi semua potensi menjadi yang berdaya guna.
Manusia yang berinisiatif adalah manusia yang tanggap terhadap segala perkembangan yakni manusia yang pandai membaca, menghimpun dan meneliti (iqra), manusia yang inisiatif juga dapat memanfaatkan setiap peluang di setiap pergantian waktu, dan menjadikannya sebagai kreasi yang berarti. Keistimewaan dari inisiatif ini sendiri yaitu mampu mencermagti kreasi Tuhan, selanjutnya menjadikan bahan renungan atau kreatifitas berpikir dalam semua waktu dan tempat, kemudian membuat kreasi baru (karya baru) atau berinisiatif memproduksi semua potensi menjadi yang berdaya guna.
BAB III
PEMBAHASAN
A. Definisi
Mengembangkan
inisiatif adalah meningkatkan kreatifitas daya pikir manusia, untuk
merencanakan ide atau buah pikiran menjadi konsep yang baru yang diharapkan bisa
bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Manusia yang berinisiatif adalah manusia
yang tanggap terhadap segala perkembangan lingkungan sekitar. Dalam hal ini
adalah manusia yang pandai membaca, menghimpun dan meneliti. Manusia yang
berinisiatif juga dapat memanfaatkan setiap peluang yang ada, dan menjadikannya
sebagai kreasi yang berarti.
B. Faktor-Faktor
Faktor yang mempengaruhi
peningkatan inisiatif adalah :
1. Kemauan seseorang.
Titik pemula semua pencapaian adalah keinginan. Jika keinginan itu tidak ada dari dalam diri
kita maka untuk memunculkan inisiatif itu sangat sulit.
Keinginan yang disusuli dengan inisiatif akan menghasilkan tindakan positif kearah
apa yang
kita inginkan. Maka dari itu kita perlu tahu apa yang kita mau secara jelas dan spesifik agar inisiatif itu tercipta. Hanya dengan mengetahui apa yang anda inginkan akan membuat anda membina inisiatif
untuk mencapai apa yang anda inginkan dan seterusnya menghargai peluang yang ada.
2.
Bertindak
Bahwa selain memiliki
keinginan, impian, cita-cita
atau harapan, kita perlu mendorong diri sendiri
untuk bertindak untuk mencapai apa yang kita inginkan. Inisiatif akan menghasilkan perasaan bertanggungjawab terhadap diri sendiri untuk
bertindak.
3.
Risiko
Risiko selalu menjadi halangan untuk meningkatkan inisiatif. Kita akan berhadapan dengan berbagai halangan
dan keberanian untuk mengambil resiko yang harus ditanggung didalam usaha
mencapai keinginan kita.
4. Pengetahuan
Jika seseorang hanya memiliki pengetahuan
yang sempit, maka cenderung orang itu
memiliki tingkat inisiatif yang kecil. Sebaliknya semakin banyak pengetahuan
yang dimiliki seseorang, maka untuk meningkatkan inisiatif cenderung lebih
besar.
C. Keuntungan
Keuntungan
mengembangkan inisiatif adalah
1. Dinamis
Dalam
menghadapi permasalahan tidak hanya mengikuti pendapat orang lain, tetapi
selalu berusaha meningkatkan ang sudah ada menjadi yang lebih baik.
2. Kreatif
Orang
yang kreatif tidak akan pernah merasa puas dengan apa yang sudah ada. Dan
berusaha semaksimal mungkin menemukan hal-hal baru yang belum ada sebelumnya.
3. Inovatif
Untuk
membuatsuasana lebih segar dan lebih nyaman, seseorang akan berusaha agar
selalu ada perubahan dan peningkatan, sehingga suasana tidak menjemukkan.
4. Out
of line
Kita
bisa keluar dari jalur yang selama ini orang-orang pikirkan yang mungkin
membuat orang lain bosan, jadi kita bisa menemukan hal-hal baru.
5. Rela
berkorban
Rela
berkorban disini maksudnya adalah menyiapkan diri walau sesuatu yang sangat
dicintai harus dikeluarkan untuk kepentingan bersama, baik berupa tenaga,
pikiran, waktu, maupun materi.
D. Hambatan
– hambatan dalam peningkatan inisiatif
Hambatan –
hambatan dalam peningkatan inisiatif adalah
1.
Budaya saling tunggu
Ketika
kita melakukan sesuatu biasanya atau sering kali kita menunggu seseorang untuk
menjadi teman kita. Sama halnya dengan penyampaian pendapat atau ide. Sering
kali kita menunggu teman terlebih dahulu untuk menyampaikan ide. Jika hal ini
dilakukan oleh kebanyakan orang maka akan menghambat berkembangnya gagasan.
2.
Pengalaman traumatis (beride yang salah,
disalahkan atau melihat orang lain disalahkan )
Seringkali
beride salah, disalahkan atau melihat orang lain disalahkan menjadi hambatan
untuk berkembangnya inisiatif seseorang karena ada rasa takut jika idenya
disalahkan. Dan cenderung berpikir negative karena mereka merasa idenya akan
ditolak (tidak dipakai).
3. Persepsi
bahwa “tidak ada otoritas” (atau tidak punya kewenangan)
Kata-kata yang sering muncul dalam
pemikiran orang-orang ini adalah “disini aku bukan siapa-siapa (dalam artian
atasan)”. Dan mereka berpikir wewenang itu hanya terletak pada atasan. Padahal
sebagai anggota kita perlu banyak menyumbangkan aspirasi untuk memajukannya.
4. Hambatan
komunikasi (sulit menyampaikan ide atau pendapat)
Dalam menyampaikan ide kita perlu
pandai berbicara dengan sopan, tepat, dan jelas. Jelas dalam artian tidak
berbelit belit dalam menyampaikan gagasan.
5.
Kurangnya pemahaman tentang pengetahuan
yang terkait
Kita harus
memahami konsep, materi dan permasalahan yang dibahas agar dalam penyampaian
ide atau gagasan terjadi keselarasan antara ide dengan tema.
6. Perasaan
“cuek”
Pikiran “bukan urusanku” inilah
yang menjadi salah satu perasaan acuh pada suatu permasalahan. Dan biasanya
cuek identik dengan diam.
E.
Kerugian
Kerugian jika hambatan tidak diatasi adalah
1. Budaya saling tunggu
·
Akan
tertanam pada diri selalu mengikuti langkah orang lain, tidak mengikuti hati
nurani, menurunkan rasa keberanian dalam diri, dan tidak akan pernah jadi yang
terunggul.
·
Tidak
bebas menyampaikan pendapatnya sebelum ada yang memulai berpendapat.
2.
Pengalaman
traumatis (beride yang salah, disalahkan atau melihat orang lain disalahkan )
·
Merasa
terus terbayang-bayang akan dicemo’oh, ditolak dan ditertawakan saat akan
menyampaikan pendapat.
·
timbul rasa
mundur saat mendapatkan suatu ide karena takut salah.
·
Bersikap
terus diam saat ditanya mengenai pendapat.
3.
Persepsi
bahwa “tidak ada otoritas” (atau tidak punya kewenangan)
·
Terus
menjadi yang di bawah dan tidak akan menjadi seorang pemimpin.
·
Terbiasa
menunggu suatu keputusan dari yang berkuasa.
·
Menerima suatu keputusan walaupun merasa
keputusan tersebut merugikan/memberatkan dirinya.
4. Hambatan komunikasi (sulit menyampaikan ide
atau pendapat)
·
Dicapnya
diri sebagai orang yang kuper.
·
Tidak
dapat dengan mudah menyesuaikan dengan lingkungan baru.
·
Diremehkan
dan disepelekan oleh orang lain dan disepelekan.
·
Muncul
perasaan gerundel dalam diri karena
tidak setuju pada suatu keputusan tetapi tidak berani mengutarakan.
5. Kurangnya pemahaman tentang pengetahuan yang
terkait
·
Tidak
dapat menangkap materi yang dibahas.
·
Timbulnya
rasa malas untuk memperhatikan masalah yang diperdebatkan.
·
Tidak
dapat menyampaikan pendapat yang relevan dengan topik.
·
Tidak
dapat mengutarakan pendapat dan hanya diam kebingungan.
6. Perasaan “cuek”
·
Dijauhi
dari perkumpulan karena sifatnya yang pasif .
·
Munculnya
budaya “numpang nama” pada saat dikusi kelompok.
·
Tidak
aan berkembang poa pikirnya karena tidak dapat berkar piiran dengan orang lain.
·
Timbul
ego untuk ingin menang sendiri dan hanya
menunggu hasil orang lain.
F. Strategi
Atau Upaya-upaya
Strategi atau upaya-upaya dalam mengatasi
hambatan-hambatan adalah
1.
Budaya Saling tunggu
Harus
mempunyai motivasi diri atau dorongan diri dan yakin bahwa ide-ide atau langkah
barunya akan membawa banyak perubahan tanpa keluar dari koridor(konteks
permasalahan)
2.
Pengalaman traumatis (beride yang salah,
disalahkan atau melihat orang lain disalahkan )
Berani???
WHY NOT .Itulah yang harus ditanamkan pada diri kita agar menjadi pribadi yang
berinisiatif. Karena pada dsarnya tiap orang itu sama yaitu memiliki kesempatan
yang sama dalam menyampaikan pendapanya hanya tinggal kita yang mau atau
tidak??untuk itu tumbuhkanlah rasa berani dan tak kenal putus asa dalam diri
anda. Dan janganlah berhenti mencoba jika anda memiliki potensi untuk merubah
sesuatu “sampaikanlah”.
3.
Persepsi bahwa “tidak ada otoritas”
(atau tidak punya kewenangan)
Kesalahan
terbesar dalam kehidupan ini adalah jika berfikir bahwa anda bekerja untuk
orang lain. Benar mungkin anda bekerja untuk orang lain , benar mungkin anda
memiliki seorang atasan dan anda mendapat gaji dari tempat perusahaan anda
bekerja tetapi pada akhirnya amdalah orang yang menentukan nasib anda sendiri.
Andalah yang memutuskan potensi apayang anda raih dalam karir. Danapayand pada
akhirnyaanda capai.Apapun pekerjaanya
kita harusBerprinsip bahwa tanpa memandang dimana, apa pekerjaaan dan kepada
siapa anda bekerja, anda bisa membuat perubahan ke arah positif sebagai
idealisasi potensi anda.
4. Hambatan
komunikasi (sulit menyampaikan ide atau pendapat)
Melatih
komunikasi yang efektif, karena dengan komunikasi yang efektif kita akan
menemukan sahabat-sahabat baru yang efektif. Kita harus memahami prinsip dasar
komunikasi yang terangkum dalam REACH(Respect, Empaty, Audible, Clarity,
Humble).Dengan mengerti dan paham akan prinsip ini maslah komunikasi akan
teratasi dengan mudah.
5. Kurangnya
pemahaman tentang pengetahuan yang terkait
Mengembangkan
wawasan dengan cara mulai mendengarkan dan membacalebih lagi, misal dengan
membaca koran, buku atau kaset yang positif. Selain itu ketahuilah kompetensi
dan kekuatan pribdi yang kita miliki agar kita bisa memposisikan diri dalam
mengaplikasikan inisiatif kita dan untuk menutupi kekurangan itu asahlah dan
pelajari dengan pelan-pelan tiap hari.
6. Perasaan
“cuek”
Kepekaan
atau perhatian terhadap lingkungan sekitar, menumbuhkan rasa peduli dan saling
membantu tanpa perhitungan untung dan rug.Orang yang memiliki kepekaan tinggi
akan memugkinka untuk memunculkan kemampuan inisiatifnya tanpa menyadari rasa
cueknya.
BAB IV
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Peningkatan
inisiatif merupakan suatu tindakan yang dilakukan tanpa disuruh, diarahkan atau
diharapkan. Tindakan tersebut atas dasar kesadaran atau kehendak diri sendiri. Jadi,
inisiatif memiliki peran dalam memajukan karakter pemuda masa depan. Oleh
karena itu meningkatkan inisiatif perlu ditanamkan dalam setiap individu.
B. Saran
Kami berharap
pembaca dapat mengambil nilai-nilai yang terkandung dalam makalah ini dan
menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Inisiatif sangat
diperlukan karena membantu dalam pemecahan masalah yang ada di lingkungan
sekitar.
Daftar Pustaka
makasih ya.
BalasHapusini sangaaat membantu tugasku.