Rabu, 02 Oktober 2013

Meningkatkan inisiatif



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Dewasa ini, banyak sekali organisasi-organisasi yang berdiri disekitar kita. Banyak sekali remaja-remaja yang bergabung dalam organisasi tersebut. Dan kembali pada hakikatnya didirikan organisasi, untuk menampung aspirasi anggota yang disalurkan dalam bentuk kegiatan. Namun, sekarang ini banyak anggota ketika rapat banyak anggota yang diam daripada menyumbangkan aspirasi. Semua pihak berharap agar kita mempunyai inisiatif, tapi ini tidak berarti kita boleh menafsirkan bahwa kita bebas berinisiatif. Banyak inisiatif bagus yang tidak mendapatkan respon positif. Walaupun begitu, meningkatkan inisiatif dapat memperluas pandangan wawasan diri dan orang lain.
Rasa untuk meninggkatkan inisiatif pada diri sangatlah kurang.Itu tercermin dari sifat anak muda sekarang yang lebih memilih menjadi pasif dalam pemecahan masalah. Maka dari itu, dengan kami membuat makalah ini, kami berharap menjadi bagian ilmu untuk mengetahui tentang meningkatkan inisiatif bagi mahasiswa dan masyarakat luas.

B.     Tujuan
1.      Memenuhi tugas dari dosen Pengembangan Kepribadian tentang “Peningkatan inisiatif”
2.      Mengetahui arti inisiatif
3.      Mengetahui manfaat-manfaat dan hambatan-hambatan dalam peningkatan inisiatif
4.      Mengetahui upaya dan strategi dalam mengatasi hambatan-hambat

BAB II
KAJIAN TEORI
A.    Pengertian

Berinisiatif berasal dari kata inisiatif, menurut kamus inisiatif berarti usaha sendiri, langkah awal, ide baru. Berinisiatif berarti mengembangkan dan memberdayakan sector kreatifitas daya pikir manusia, untuk merencanakan idea tau buah pikiran menjadi konsep yang baru yang pada gilirannya diharapkan dapat berdaya guna dan bermanfaat. 
Manusia yang berinisiatif adalah manusia yang tanggap terhadap segala perkembangan yakni manusia yang pandai membaca, menghimpun dan meneliti (iqra), manusia yang inisiatif juga dapat memanfaatkan setiap peluang di setiap pergantian waktu, dan menjadikannya sebagai kreasi yang berarti. Keistimewaan dari inisiatif ini sendiri yaitu mampu mencermagti kreasi Tuhan, selanjutnya menjadikan bahan renungan atau kreatifitas berpikir dalam semua waktu dan tempat, kemudian membuat kreasi baru (karya baru) atau berinisiatif memproduksi semua potensi menjadi yang berdaya guna.














BAB III
PEMBAHASAN

A.   Definisi
Mengembangkan inisiatif adalah meningkatkan kreatifitas daya pikir manusia, untuk merencanakan ide atau buah pikiran menjadi konsep yang baru yang diharapkan bisa bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Manusia yang berinisiatif adalah manusia yang tanggap terhadap segala perkembangan lingkungan sekitar. Dalam hal ini adalah manusia yang pandai membaca, menghimpun dan meneliti. Manusia yang berinisiatif juga dapat memanfaatkan setiap peluang yang ada, dan menjadikannya sebagai kreasi yang berarti.

B.   Faktor-Faktor
Faktor yang mempengaruhi peningkatan inisiatif adalah :
      1. Kemauan seseorang.
Titik pemula semua pencapaian adalah keinginan. Jika keinginan itu tidak ada dari dalam diri kita maka untuk memunculkan inisiatif itu sangat sulit. Keinginan yang disusuli dengan inisiatif akan menghasilkan tindakan positif kearah apa yang kita inginkan. Maka dari itu kita perlu tahu apa yang kita mau secara jelas dan spesifik agar inisiatif itu tercipta. Hanya dengan mengetahui apa yang anda inginkan akan membuat anda membina inisiatif untuk mencapai apa yang anda inginkan dan seterusnya menghargai peluang yang ada.
      2. Bertindak
Bahwa selain memiliki keinginan, impian, cita-cita atau harapan, kita perlu mendorong diri sendiri untuk bertindak untuk mencapai apa yang kita inginkan. Inisiatif akan menghasilkan perasaan bertanggungjawab terhadap diri sendiri untuk bertindak.
        3. Risiko
Risiko selalu menjadi halangan untuk meningkatkan inisiatif. Kita akan berhadapan dengan berbagai halangan dan keberanian untuk mengambil resiko yang harus ditanggung didalam usaha mencapai keinginan kita.
        4. Pengetahuan
Jika seseorang hanya memiliki pengetahuan yang  sempit, maka cenderung orang itu memiliki tingkat inisiatif yang kecil. Sebaliknya semakin banyak pengetahuan yang dimiliki seseorang, maka untuk meningkatkan inisiatif cenderung lebih besar.
C.   Keuntungan
Keuntungan mengembangkan inisiatif adalah
1.      Dinamis
Dalam menghadapi permasalahan tidak hanya mengikuti pendapat orang lain, tetapi selalu berusaha meningkatkan ang sudah ada menjadi yang lebih baik.
2.      Kreatif
Orang yang kreatif tidak akan pernah merasa puas dengan apa yang sudah ada. Dan berusaha semaksimal mungkin menemukan hal-hal baru yang belum ada sebelumnya.
3.      Inovatif
Untuk membuatsuasana lebih segar dan lebih nyaman, seseorang akan berusaha agar selalu ada perubahan dan peningkatan, sehingga suasana tidak menjemukkan.
4.      Out of line
Kita bisa keluar dari jalur yang selama ini orang-orang pikirkan yang mungkin membuat orang lain bosan, jadi kita bisa menemukan hal-hal baru.


5.      Rela berkorban
Rela berkorban disini maksudnya adalah menyiapkan diri walau sesuatu yang sangat dicintai harus dikeluarkan untuk kepentingan bersama, baik berupa tenaga, pikiran, waktu, maupun materi.

D.   Hambatan – hambatan dalam peningkatan inisiatif

Hambatan – hambatan dalam peningkatan inisiatif adalah
1.      Budaya saling tunggu
Ketika kita melakukan sesuatu biasanya atau sering kali kita menunggu seseorang untuk menjadi teman kita. Sama halnya dengan penyampaian pendapat atau ide. Sering kali kita menunggu teman terlebih dahulu untuk menyampaikan ide. Jika hal ini dilakukan oleh kebanyakan orang maka akan menghambat berkembangnya gagasan.
2.      Pengalaman traumatis (beride yang salah, disalahkan atau melihat orang lain disalahkan )
Seringkali beride salah, disalahkan atau melihat orang lain disalahkan menjadi hambatan untuk berkembangnya inisiatif seseorang karena ada rasa takut jika idenya disalahkan. Dan cenderung berpikir negative karena mereka merasa idenya akan ditolak (tidak dipakai).
3.      Persepsi bahwa “tidak ada otoritas” (atau tidak punya kewenangan)
Kata-kata yang sering muncul dalam pemikiran orang-orang ini adalah “disini aku bukan siapa-siapa (dalam artian atasan)”. Dan mereka berpikir wewenang itu hanya terletak pada atasan. Padahal sebagai anggota kita perlu banyak menyumbangkan aspirasi untuk memajukannya.
4.      Hambatan komunikasi (sulit menyampaikan ide atau pendapat)
Dalam menyampaikan ide kita perlu pandai berbicara dengan sopan, tepat, dan jelas. Jelas dalam artian tidak berbelit belit dalam menyampaikan gagasan.
5.      Kurangnya pemahaman tentang pengetahuan yang terkait
Kita harus memahami konsep, materi dan permasalahan yang dibahas agar dalam penyampaian ide atau gagasan terjadi keselarasan antara ide dengan tema.
6.      Perasaan “cuek”
Pikiran “bukan urusanku” inilah yang menjadi salah satu perasaan acuh pada suatu permasalahan. Dan biasanya cuek identik dengan diam.
E.    Kerugian
Kerugian jika hambatan tidak diatasi adalah
1.      Budaya saling tunggu
·         Akan tertanam pada diri selalu mengikuti langkah orang lain, tidak mengikuti hati nurani, menurunkan rasa keberanian dalam diri, dan tidak akan pernah jadi yang terunggul.
·         Tidak bebas menyampaikan pendapatnya sebelum ada yang memulai berpendapat.
2.      Pengalaman traumatis (beride yang salah, disalahkan atau melihat orang lain disalahkan )
·         Merasa terus terbayang-bayang akan dicemo’oh, ditolak dan ditertawakan saat akan menyampaikan pendapat.
·         timbul rasa mundur saat mendapatkan suatu ide karena takut salah.
·         Bersikap terus diam saat ditanya mengenai pendapat.
3.      Persepsi bahwa “tidak ada otoritas” (atau tidak punya kewenangan)
·         Terus menjadi yang di bawah dan tidak akan menjadi seorang pemimpin.
·         Terbiasa menunggu suatu keputusan dari yang berkuasa.
·          Menerima suatu keputusan walaupun merasa keputusan tersebut merugikan/memberatkan dirinya.
4.      Hambatan komunikasi (sulit menyampaikan ide atau pendapat)
·         Dicapnya diri sebagai orang yang kuper.
·         Tidak dapat dengan mudah menyesuaikan dengan lingkungan baru.
·         Diremehkan dan disepelekan oleh orang lain dan disepelekan.
·         Muncul perasaan gerundel dalam diri karena tidak setuju pada suatu keputusan tetapi tidak berani mengutarakan.
5.      Kurangnya pemahaman tentang pengetahuan yang terkait
·         Tidak dapat menangkap materi yang dibahas.
·         Timbulnya rasa malas untuk memperhatikan masalah yang diperdebatkan.
·         Tidak dapat menyampaikan pendapat yang relevan dengan topik.
·         Tidak dapat mengutarakan pendapat dan hanya diam kebingungan.
6.      Perasaan “cuek”
·         Dijauhi dari perkumpulan karena sifatnya yang pasif .
·         Munculnya budaya “numpang nama” pada saat dikusi kelompok.
·         Tidak aan berkembang poa pikirnya karena tidak dapat berkar piiran dengan orang lain.
·         Timbul ego untuk ingin menang sendiri dan hanya  menunggu hasil orang lain.


F.    Strategi Atau Upaya-upaya

Strategi atau upaya-upaya dalam mengatasi hambatan-hambatan adalah
1.      Budaya Saling tunggu
Harus mempunyai motivasi diri atau dorongan diri dan yakin bahwa ide-ide atau langkah barunya akan membawa banyak perubahan tanpa keluar dari koridor(konteks permasalahan)
2.      Pengalaman traumatis (beride yang salah, disalahkan atau melihat orang lain disalahkan )
Berani??? WHY NOT .Itulah yang harus ditanamkan pada diri kita agar menjadi pribadi yang berinisiatif. Karena pada dsarnya tiap orang itu sama yaitu memiliki kesempatan yang sama dalam menyampaikan pendapanya hanya tinggal kita yang mau atau tidak??untuk itu tumbuhkanlah rasa berani dan tak kenal putus asa dalam diri anda. Dan janganlah berhenti mencoba jika anda memiliki potensi untuk merubah sesuatu “sampaikanlah”.
3.      Persepsi bahwa “tidak ada otoritas” (atau tidak punya kewenangan)
Kesalahan terbesar dalam kehidupan ini adalah jika berfikir bahwa anda bekerja untuk orang lain. Benar mungkin anda bekerja untuk orang lain , benar mungkin anda memiliki seorang atasan dan anda mendapat gaji dari tempat perusahaan anda bekerja tetapi pada akhirnya amdalah orang yang menentukan nasib anda sendiri. Andalah yang memutuskan potensi apayang anda raih dalam karir. Danapayand pada akhirnyaanda capai.Apapun  pekerjaanya kita harusBerprinsip bahwa tanpa memandang dimana, apa pekerjaaan dan kepada siapa anda bekerja, anda bisa membuat perubahan ke arah positif sebagai idealisasi potensi anda.
4.      Hambatan komunikasi (sulit menyampaikan ide atau pendapat)
Melatih komunikasi yang efektif, karena dengan komunikasi yang efektif kita akan menemukan sahabat-sahabat baru yang efektif. Kita harus memahami prinsip dasar komunikasi yang terangkum dalam REACH(Respect, Empaty, Audible, Clarity, Humble).Dengan mengerti dan paham akan prinsip ini maslah komunikasi akan teratasi dengan mudah.
5.      Kurangnya pemahaman tentang pengetahuan yang terkait
Mengembangkan wawasan dengan cara mulai mendengarkan dan membacalebih lagi, misal dengan membaca koran, buku atau kaset yang positif. Selain itu ketahuilah kompetensi dan kekuatan pribdi yang kita miliki agar kita bisa memposisikan diri dalam mengaplikasikan inisiatif kita dan untuk menutupi kekurangan itu asahlah dan pelajari dengan pelan-pelan tiap hari.
6.      Perasaan “cuek”
Kepekaan atau perhatian terhadap lingkungan sekitar, menumbuhkan rasa peduli dan saling membantu tanpa perhitungan untung dan rug.Orang yang memiliki kepekaan tinggi akan memugkinka untuk memunculkan kemampuan inisiatifnya tanpa menyadari rasa cueknya.



















BAB IV
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Peningkatan inisiatif merupakan suatu tindakan yang dilakukan tanpa disuruh, diarahkan atau diharapkan. Tindakan tersebut atas dasar kesadaran atau kehendak diri sendiri. Jadi, inisiatif memiliki peran dalam memajukan karakter pemuda masa depan. Oleh karena itu meningkatkan inisiatif perlu ditanamkan dalam setiap individu.
B.     Saran
Kami berharap pembaca dapat mengambil nilai-nilai yang terkandung dalam makalah ini dan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Inisiatif sangat diperlukan karena membantu dalam pemecahan masalah yang ada di lingkungan sekitar.











Daftar Pustaka

www.faudzil.blogspot.com/2013/04/motivasi-diri-4-faktor-utama-membina.html?m



1 komentar: